Buku Cerita untuk Anak Belajar Membaca

Buku Cerita untuk Anak Belajar Membaca
Sumber foto: https://pixabay.com/photos/little-girl-reading-garden-child-912380/

Buku cerita adalah modal penting untuk melatih dan menumbuhkan kesenangan membaca kepada anak-anak. Bahkan ketika anak belum bisa membaca, orang tua dapat mengenalkan buku dan kebiasaan membaca dengan cara membacakan buku cerita kepada mereka. Tentu saja, jenis buku cerita yang dipilih untuk anak perlu disesuaikan dengan usianya. Salah satu bonus menakjubkan yang dapat diperoleh dari kebiasaan membacakan buku cerita kepada anak-anak adalah anak juga dapat sekaligus belajar membaca.

Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Buku cerita untuk anak mengandung beberapa unsur berharga, yaitu: kosakata, perbendaharaan makna di dalam kalimat, dan perbendaharaan visual lewat ilustrasinya yang menarik. Ketiga unsur ini memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan kognitif anak. Jika kita buat daftar manfaatnya dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Menambah kosakata untuk anak berlatih bicara. Membacakan buku cerita berarti mengenalkan banyak kata kepada anak-anak. Meskipun awalnya anak-anak mungkin belum memahami kata-kata di dalam buku, namun otaknya menyimpan kata-kata itu. Semakin sering anak menjumpai kata-kata tersebut, maka mereka pun akan mencoba menggunakannya saat berbicara dengan orang di sekitarnya.
  2. Menambah perbendaharaan pemahaman anak tentang hubungan sebab akibat dari sebuah situasi. Buku cerita anak dalam alur cerita yang paling sederhana sekalipun akan menggambarkan sebuah situasi, di mana situasi A berakibat B dan bagaimana si tokoh bereaksi terhadap situasi itu. Misalnya, dalam sebuah halaman kita bacakan kalimat berikut ini:

Bobi memukul balonnya, lalu, “Darr!” balon itu meletus.
Bobi kaget lalu menangis.

Bagi orang dewasa, kalimat itu mungkin biasa saja, namun bagi anak-anak, akan menambah perbendaharaan pemahaman mereka bahwa balon yang dipukul bisa meletus dan mengeluarkan bunyi tertentu.

3. Menambah pengetahuan anak tentang wujud fisik dari benda-benda beserta namanya. Hal ini akan membantu anak untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap segala hal yang lainnya. Kita ketahui bersama, rasa ingin tahu adalah modal berharga agar anak-anak senang belajar untuk mengembangkan kecerdasannya.

4. Meningkatkan daya konsentrasi anak. Saat orang tua membuatkan jadwal khusus untuk membacakan buku kepada anak, misalnya sebelum tidur, maka secara tidak langsung anak sedang membangun disiplin terhadap kebiasaan itu. Walaupun durasi waktu membaca hanya 5 menit, namun jika dilakukan rutin setiap hari, anak-anak akan cenderung mengulanginya lagi, lagi, dan lagi, dan dalam waktu 5 menit itulah anak-anak tanpa sadar sekaligus mengembangkan kemampuannya untuk konsentrasi mendengar orang tuanya membaca. Semakin besar usia anak, daya tahan mendengarkan bacaan biasanya akan semakin meningkat, dan lambat-laun anak-anak akan memiliki rasa ingin bisa membaca tanpa harus kita minta.

Oleh karena itu, jika Anda bertanya, buku cerita apa yang bagus untuk anak belajar membaca? Jawabannya adalah buku cerita apapun yang sesuai dengan usia anak. Lalu bagaimana cara mengelompokkan buku cerita untuk anak berdasarkan usia? Tunggu artikel berikutnya, ya. Kunjungi terus belajar-membaca.com. Kami akan bedah pengelompokkan buku cerita untuk anak usia 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan di atasnya.