Cara Mengajar Anak Membaca Umur 7 Tahun

Cara Mengajar Anak Membaca Umur 7 Tahun

Cara mengajar anak membaca umur 7 tahun bisa sangat mudah, namun juga bisa lebih susah. Hal yang membuatnya mudah adalah karena anak umur 7 tahun biasanya sudah mulai memahami konsep abstrak dan hubungan sebab-akibat dengan baik. Mereka akan lebih cepat mengerti jika diajari membaca suku kata. Akan tetapi, anak 7 tahun juga bisa sangat sulit diajari membaca, ketika mereka sendiri tidak memiliki motivasi yang kuat untuk bisa membaca dan tidak dibiasakan untuk berinteraksi dengan buku dan bahan bacaan sejak kecil, atau memiliki gangguan khusus, misalnya disleksia.

Tiga Metode Alternatif untuk Mengajar Anak Membaca Umur 7 Tahun

Ada 3 metode alternatif yang dapat digunakan orang tua atau guru untuk mengajar anak membaca umur 7 tahun, yaitu sebagai berikut:

  1. Metode Suku Kata
  2. Metode Kombinasi Membaca-Menulis
  3. Metode Menyusun Huruf (Tanpa Mengeja)

Ketiga metode itu dapat dipakai semuanya secara bergantian, dan bukan pilihan. Bagaimana teknis menggunakan ketiga metode di atas, akan kita uraikan lebih dalam di bawah ini.

Metode Suku Kata

Metode suku kata adalah metode yang sangat umum dipakai untuk mengajar anak membaca. Metode ini dianggap paling rasional, karena sistematis dan masuk akal untuk membuat anak mampu membaca. Dengan mengenalkan pola bunyi antara huruf konsonan dan vokal dari a-z akan membuat anak bisa menggunakan ingatan tentang pola bunyi itu pada bacaan berupa kata dan kalimat.

Tetapi, faktanya, cara belajar dengan metode ini juga bisa memberikan tekanan kepada anak jika dilakukan terlalu terburu-buru dan penuh dengan target. Anak umur 7 tahun biasanya sudah masuk usia SD kelas 1 dan sudah banyak pelajaran yang menuntut mereka bisa membaca. Orang tua atau guru, bisa jadi merasa dikejar waktu untuk membuat anak bisa membaca, sehingga proses belajar dibuat ketat agar anak tidak ketinggalan pelajaran. Padahal, betapapun guru menggegas anak untuk bisa membaca, jika anak dalam keadaan tertekan secara emosional, hasilnya kemungkinan tidak sesuai harapan. Mereka malah mogok dan mandeg. Oleh karena itu, untuk mengajarkan pola suku kata ini diperlukan kesabaran dan juga kreativitas agar secara emosi anak merasa nyaman.

Variasi alat belajar adalah salah satu kunci agar anak belajar suku kata dengan lebih gembira, tanpa tekanan. Jangan hanya memakai alat belajar membaca ba bi bu be bo yang umum kita lihat di poster atau buku pelajaran membaca yang banyak beredar, Anda juga bisa gunakan alat lain, misalnya kartu suku kata, worksheet mencocokkan suku kata, atau permainan tebak-tebakan. Alat belajar yang variatif dan ada unsur bermain, akan menimbulkan rasa senang di otak anak, dan rasa senang iu akan mempercepat kemampuan anak untuk mencerna konsep suku kata ini dengan baik. Di situlah peran dari kesabaran dan kreativitas para pengajar.

Jika Anda tidak punya waktu untuk membuat alat belajarnya sendiri, dapat memakai bahan yang ready to print. Kartu suku kata dengan model kreatif ini dapat dipesan dalam bentuk file PDF. Klik gambar di bawah ini untuk melihat harga dan modelnya.

Metode Kombinasi Membaca Kata dan Menulis

Jika stimulasi di masa kecilnya baik, anak umur 7 tahun biasanya sudah memiliki sensor motorik yang jauh lebih sempurna dibandingkan anak usia di bawahnya. Hal itu akan mempermudah anak untuk bisa menulis. Para pengajar dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mengajarkan anak membaca dengan kombinasi kegiatan menulis. Apa hubungan rasionalnya?

Teori tentang sinapsis dapat menjelaskan hubungan rasional antara menulis dengan membaca. Ketika anak hanya melihat dan membaca suku kata, mereka hanya memakai indera penglihatan dan suara untuk belajar. Tetapi, jika anak juga sekaligus melakukan kegiatan menulis , maka ada tambahan indera yang bekerja untuk membantu anak memahami, yaitu sensor motorik halusnya yang melibatkan tangan secara fisik.

Berdasarkan teori tentang sinapsis, setiap kali anak ataupun orang dewasa melakukan sebuah kegiatan, baik melihat, mendengar, meraba, atau melakukan kegiatan fisik, maka ada sebuah efek sengatan listrik di otak yang membuat satu neuron terbentuk. Neuron sendiri dapat diartikan sebagai satu pemahaman. Semakin banyak jumlah neuron yang saling terhubung di otak, maka semakin cepat anak untuk memahami hubungan sebab akibat dari sesuatu.

Cara kerjanya, bisa dikatakan mirip dengan internet. Semakin banyak komputer, baik berupa handphone maupun dekstop terhubung di seluruh dunia ini, dan setiap pemilik komputer membagikan informasi yang diketahuinya, maka semakin banyak informasi yang bisa kita akses lewat internet. Begitu juga otak anak-anak saat belajar membaca. Saat mereka hanya membaca, hanya sedikit neuron yang terbentuk, namun saat mereka juga menuliskan huruf-huruf atau kata yang mereka baca, makin banyak neuron penghubungnya, sehingga makin cepat otak mereka memahami.

Metode Menyusun Huruf

Menyusun huruf berbeda dengan mengeja. Kegiatan mengeja akan sangat terasa berat untuk anak usia berapapun, karena itu, sangat tidak disarankan untuk dipakai lagi sebagai cara mengajar anak membaca. Mengeja berarti memaksa otak anak untuk memahami terlalu sedikit unsur agar mereka paham keseluruhan konsep membaca. Hal itu tak ubahnya seperti memaksa anak untuk menunjukkan butiran pasir satu demi satu dan mengumpulkannya dalam satu ember, tanpa mengenalkan kepada mereka untuk apa butiran pasir itu digunakan. Betapa lamanya bukan mengumpulkan butiran pasir satu demi satu ke dalam sebuah ember? Anak akan terlanjur bosan dan capek untuk mengerti apa gunanya.

Menyusun huruf yang dimaksudkan dalam metode ini adalah menyusun huruf-huruf yang membentuk sebuah kata. Dan kata yang kita kenalkan adalah kata yang memang bisa dimengerti maksudnya. Supaya lebih kongkret bagi anak, kata yang kita pilih bisa dimulai dari kata benda, di mana bendanya juga bisa dilihat secara fisik.

Alat yang dapat dipakai untuk mengajar anak membaca dengan metode menyusun huruf ini adalah kartu huruf, kartu kata, dan mungkin juga kartu kata yang disertai gambar. Selain itu, Anda juga bisa manfaatkan worksheet permainan mencari huruf yang hilang atau yang sejenisnya agar unsur permainan memberikan perasaan nyaman, senang, dan rileks bagi anak. Contoh alat untuk mengajar anak membaca dengan menyusun huruf dapat dilihat di bawah ini. Klik gambar untuk mengetahui informasinya lebih detail.

Nah, demikian tiga metode alternatif yang dapat Anda gunakan untuk mengajar anak membaca umur 7 tahun. Tetap semangat dan optimis, ya mengajar anak umur 7 tahun. Jangan terlalu cemas dan stress, karena yang terpenting adalah Anda mengetahui metodenya dan percaya terhadap cara kerja dari metode tersebut. Selamat mencoba!



Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *